Home / Profil / Maluku Utara

Untuk Melihat Profile Maluku Utara Silahkan Klik Di Sini

PROFIL PROVINSI MALUKU UTARA

Provinsi Maluku Utara merupakan daerah hasil pemekaran dari Provinsi Maluku yang resmi berpisah pada tanggal 12 Oktober 1999. Sebagai salah satu Provinsi termuda dari 33 Provinsi di Indonesia, Maluku Utara resmi terbentuk pada tanggal 4 Oktober 1999, melalui UU RI Nomor 46 Tahun 1999 dan UU RI Nomor 6 Tahun 2003. Sebelum resmi menjadi sebuah provinsi, Maluku Utara merupakan bagian dari Provinsi Maluku, yaitu Kabupaten Maluku Utara.

Pada awal pendiriannya, Provinsi Maluku Utara beribukota di Ternate yang berlokasi di kaki Gunung Gamalama, selama 11 tahun. Tepatnya sampai dengan 4 Agustus 2010, setelah 11 tahun masa transisi dan persiapan infrastruktur, ibukota Provinsi Maluku Utara dipindahkan ke Kota Sofifi yang terletak di Pulau Halmahera yang merupakan pulau terbesarnya.

Geografis Maluku Utara yang terletak pada Koordinat  3º 40′ LS– 3º 0′ LU123º 50′ – 129º 50′ BT, sebenarnya merupakan gugusan kepulauan dengan rasio daratan dan perairan sebanyak 24 : 76. Memiliki gugusan pulau sebanyak 395 buah, 83% atau sekitar 331 pulaunya belum berpenghuni.

Provinsi Maluku Utara terkenal juga dengan sebutan Moloku Kie Raha atau Kesultanan Empat Gunung di Maluku, karena pada mulanya daerah ini merupakan wilayah 4 kerajaan besar Islam Timur Nusantara, terdiri dari:

  1. Kesultanan Bacan;
  2. Kesultanan Jailolo;
  3. Kesultanan Tidore;
  4. Kesultanan Ternate.

Terdapat beragam suku yang mendiami wilayah Maluku Utara, yaitu Suku Madole,Suku Pagu, Suku Ternate, Suku Makian Barat, Suku Kao, Suku Tidore, Suku Buli, Suku Patani, Suku Maba, Suku Sawai, Suku Weda, Suku Gane, Suku Makian Timur, Suku Kayoa, Suku Bacan, Suku Sula, Suku Ange, Suku Siboyo, Suku Kadai, Suku Galela, Suku Tobelo, Suku Loloda, Suku Tobaru, Suku Sahu, Suku Arab, dan Eropa.

Penduduk Provinsi Maluku Utara berdasarkan Sensus Penduduk (SP) Tahun 2010 sebanyak 1.038.087 jiwa dan sampai tahun 2013 berjumlah 1.114.897 jiwa, yang terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 569.264 jiwa dan penduduk perempuan 545.633 jiwa.

Pergerakan perekonomian daerah di Maluku Utara sebagian besar bersumber dari perekonomian rakyat yang bertumpu pada sektor pertanian, perikanan dan jenis hasil laut lainnya. Komoditas utama yang mendukung nadi perekonomian di Maluku Utara meliputi:

Kopra, Buah Pala, Cengkeh, Perikanan, yang sebagian telah diekspor ke Jepang, Emas serta Nikel, yang sebagian telah diekspor ke Jepang.

Makanan khas di Maluku Utara adalah Kue Lapis Tidore, Kue Bilolo, Mam Raha, Popeda, Ketam Kenari, Halua Kenari, Kue Sagu, Bubur Ne, Bagea, Ikan Asap atau Ikan Fu, dan Gohu Ikan.

Obyek wisata di Maluku Utara diantaranya Kedaton Sultan Ternate, Mahkota Sultan Ternate, Mesjid Sultan Ternate, Gunung Gamalama, Danau Tolire, Rumah Adat Sasudu, Masjid Sultan Tidore, Tarian Coka Iba, Tarian Soya soya, Pantai Dodola, Pantai Manaf, Danau Duma dan Makete, Danau Ngade dan Danau Tolire, Kepulauan Kayoa, Air Terjun Cibi Cebi, Pulau Maitara dan Tidore, Pulau Bobale, Pantai Kupa-kupa dan Luari, Pulau Makian, Pulau Sambiki, Pantai Cobo, Pulau Zum-zum, Pulau Mare, Benteng Oranye, Benteng Kalamata, Benteng Bernaveld, Benteng Tolukko, Benteng Kotanaka, Benteng Dever Lacting, Meriam Antik, dan Bunker.

Hasil alam Maluku Utara diantaranya padi, jagung, ubi bakar, kacang-kacangan, kelapa, kentang, pala, sagu, dan kayu putih. Perekonomian daerah sebagian besar bersumber dari perekonomian rakyat yang bertumpu pada sektor pertanian, perikanan dan jenis hasil laut lainnya.