Home / News / KEGIATAN SOSIALISASI PERIZINAN PARIWISATA TAHUN 2018

Pengembangan pariwisata memerlukan peran dan kontribusi dari semua pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta maupun masyarakat. Masing-masing pihak pihak memiliki peran dan kontribusi menurut posisi dan kapasitasnya masing-masing. Pemerintah dalam hal ini secara khusus akan lebih berkonsentrasi sebagai fasilitator dan regulator, sementara pihak swasta akan berperan sebagai pelaku dan ujung tombak pengembangan yang berhubungan langsung dengan produk dan pasar.

Selanjutnya pengusaha dan masyarakat perlu juga dikembangkan kapasitasnya dalam tataran kepastian hukum dan kenyamanan dalam berinvestasi khususnya terkait usaha kepariwisataan. Untuk itulah diselenggarakan kegiatan sosialisasi perizinan pariwisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara pada hari kamis tanggal 12 Juli 2018 bertempat di Muara Hotel Kota Ternate.

Umi Kalsum, SS. M.Si, selaku Ketua Panitia Pelaksana Sosialisasi dalam laporannya menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut yaitu untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha kepariwisataan yang mana masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar tentang penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) oleh badan pelayanan perizinan terpadu. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari Dinas Pariwisata Kab/Kota se Provinsi Maluku Utara, Pokdarwis, para pelaku usaha kepariwisataan seperti hotel, penginapan, resto/cafe, travel, wahana bermain, jasa kebugaran, jasa kecantikan, pengelolah tempat wisata dan hiburan, sanggar seni serta laundry. Sementara narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini antara lain Kadis Pariwisata Kota Ternate Samin Marsaoly, S.STP dan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Maluku Utara Nirwan M. T Ali.

Kegiatan Sosialisasi Perijinan Pariwisata dibuka langsung oleh Kadis Pariwisata Provinsi Maluku Utara Bapak Drs. Samsuddin A. Kadir. Dalam sambutannya Kadis mengatakan “bahwa sektor pariwisata bisa dijadikan sektor unggulan jika memenuhi 2 syarat, yaitu bisa mendatangkan devisa dan bisa menyerap tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran. Pariwisata telah berkembang menjadi salah satu sektor unggulan baik di tingkat nasional maupun daerah karena kontribusi positif terhadap perekonomian baik negara maupun daerah”.